- Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin

Search
Go to content

Main menu:

 
PELAYANAN KAPAL
Setiap kapal yang akan masuk sebuah perairan pelabuhan biasanya akan mendapatkan pelayanan.
Pelayanan kapal adalah proses pemberian layanan dari kapal masuk ke perairan pelabuhan, kemudian ke kolam pelabuhan , ketika akan bersandar di tambatan sampai kapal tersebut akan meninggalkan pelabuhan yang di singgahi tersebut.
Perairan pelabuhan adalah permukaan air yang masuk daerah perairan pelabuhan, dimulai dari garis pantai yang telah ditentukan sampai dengan titik-titik koordinat tertentu yang batas-batasnya juga telah ditentukan. Perairan pelabuhan ini harus merupakan daerah yang aman, yang tidak terganggu oleh alur pelayaran, areanya luas sehingga tidak memungkinkan kapal bertabrakan ketika berlabuh atau bersandar, kedalaman alur yang cukup dan memadai sehingga kapal tidak akan mengalami kandas dan bebas dari aktivitas nelayan penangkap ikan.
Dalam rangka menjaga keselamatan kapal, penumpang dan muatannya saat memasuki alur perairan menuju dermaga untuk berlabuh, maka pelabuhan-pelabuhan tertentu dengan kapal-kapal tertentu perlu dipandu oleh petugas pandu dari Pelabuhan. Perairan-perairan yang termasuk dalam kategori perairan wajib pandu, perairan pandu luar biasa dan perairan di luar batas perairan pandu telah ditetapkan batas-batasnya oleh pemerintah. Untuk mengantar petugas pandu ke/dan kapal diperlukan peralatan kapal yaitu yang disebut kapal pandu.
Dalam pelaksanaan pemanduan kapal, sangat diperlukan tersedianya tenaga pandu serta tersedianya sarana penunjang pemandu yang meliputi sarana kapal tunda dan kapal kepil. Terhadap kapal yang keluar masuk pelabuhan dan mempunyai panjang kapal lebih dari 70 meter, harus menggunakan kapal tunda yang jenis dan peraturannya telah ditentukan. Sedangkan terhadap kapal yang panjangnya (LoA= Length of All) lebih dari 30 meter, sebagai pertimbangan keselamatan, diharuskan menggunakan kapal kepil. Pengepilan adalah melaksanakan pekerjaan untuk mengikat dan melepaskan tali kapal-kapal yang berolah gerak ketika akan bersandar atau bertolak dari sebuah dermaga, jembatan, pelampung, dolphin,dll. Pelaksanaan pengepilan ini dilakukan oleh regu kepil yang dilengkapi dengan kapal kepil.
Pelayanan kapal lainnya adalah melayani kebutuhan air untuk kapal, sehingga di dermaga disediakan keran air yang bisa disalurkan langsung ke kapal dengan selang dan/atau dengan menggunakan tongkang yang disebut tongkang air.


PERALATAN PELAYANAN KAPAL

Kapal Tunda (Tug Boat)
Kapal tunda digunakan untuk memberikan pelayanan kepada kapal yang mempunyai panjang lebih dari 70 m yang melakukan gerakan (olah-gerak) di perairan wajib pandu, baik yang akan sandar ataupun meninggalkan pelabuhan, dengan cara menggandeng, mendorong dan menarik. Pemanduan kapal tersebut dimaksudkan untuk kepentingan pertimbangan keselamatan pelayaran.
Jumlah awak kapal tunda tergantung dari besar kecilnya daya kapal tunda. Kapal tunda type heen-scren dengan daya 600s/d 1000 HP minimal diawaki 13 orang yang terdiri dari nakhoda, mualim I, mualim II, kepala kamar mesin (KKM), masinis I, masinis II dan juru masak yang masing-masing satu orang serta juru mudi, kelasi dan juru motor yang masing-masing sebanyak dua orang. Para awak kapal tersebut harus mempunyai ijazah keahlian sesuai bidangnya. Untuk lebih jelasnya, dalam tabel dibawah ini dirinci mengenai jenis kapal tunda, awak kapal yang harus ada dan ijazah, yang harus dimilikinya.

Kapal Pandu (Pilot Boat)
Kapal pandu merupakan sarana transportasi laut bagi petugas pandu untuk naik/turun ke/dari kapal yang dipandu dalam berolah-gerak di perairan wajib pandu, perairan pandu luar biasa dan perairan di luar perairan wajib pandu saat masuk/keluar pelabuhan atau sandar dan lepas ke/dari dermaga/tambatan.
Tipe kapal pandu tergantung kepada daya kapal yang saat ini dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yaitu:
- Motor Pandu II dengan daya 150 HP s/d 200 HP
- Motor Pandu I dengan daya 300 s/d 350 HP
- Motor Pandu IS dengan daya 600 s/d 80 HP
Jumlah awak kapalnya tergantung besar kecilnya kapal pandu yaitu antara 4 – 6 orang yang bisa mengangkut tenaga pandu 2 – 12 orang.

Kapal Kepil (Mooring Boat)
Kapal kepil (mooring boat) adalah sarana bantu pemanduan, khususnya dalam penambatan (sandar)/ lepas kapal yang dipandu dalam berolah-gerak di perairan wajib pandu, perairan pandu luar biasa dan perairan di luar perairan wajib pandu khususnya untuk kapal yang panjangnya lebih dari 30 meter. Tipe kapal kepil berdasarkan dayanya dibagi menjadi dua yaitu dengan daya 120 s/d 150 HP dan 200 s/d 350 HP dengan jumlah SBK sebanyak 4 orang yang terdiri dari:
- Seorang Nakhoda dengan ijazah minimal MPT
- Seorang Kelasi dengan Ijazah minimal SKP Deck
- Seorang KKM dengan ijasah minimal AMK PT
- Seorang Juru minyak dengan ijazah minimal SKP Mesin

Tongkang Air
Kebutuhan air bersih dalam kapal sangat diperlukan, untuk itu perlu adanya suplai air bersih yang dilakukan oleh petugas jasa pelayanan dalam bentuk suplai air bersih dengan menggunakan Kapal tongkang Air. Suplai air  bersih dilakukan pada saat kapal berlabuh di tempat yang tidak terjangkau / terdapat jaringan instalasi air bersih. Jasa ini memberikan air tawar untuk keperluan kapal dan anak buah kapal (ABK)nya.

 
 
 
Back to content | Back to main menu